Notifikasi

Loading…

Banten atau Sesajen
Canang Burat Wangi

Canang Burat Wangi

Bentuk banten ini seperti canang genten dengan ditambahkan "burat wangi" dan dua jenis "lenga wangi". Ketiga perlengkapan tersebut masing-masing dialasi kojong atau tangkih. Burat wangi dibuat dari beras dan kunir yang dihaluskan dicampur dengan air cendana atau mejegau. Ada kalanya dicampur dengan akar-akaran yang berbau wangi. Lenga Wangi ( minyak wangi) yang berwarna putih dibuat dari menyan, 'malem" ( sejenis lemak pada sarang lebah), dicampur dengan minyak kela…
Canang Genten

Canang Genten

balishanti.id -  Pada prinsipnya canang genten sama dengan canang sari,  s ebagai alas dapat digunakan taledan, ceper ataupun daun pisang yang berbentuk segi empat. Diatasnya berturut-turut disusun perlengkapan yang lain seperti: bunga dan daun-daunan, porosan yang terdiri dari satu/dua potong sirih diisi sedikit kapur dan pinang, lalu dijepit dengan sepotong janur, sedangkan bunganya dialasi dengan janur yang berbentuk tangkih atau kojong. Kojong dengan bentuk bundar disebut "uras-sari&qu…
Kegunaan dan Filosofi Kain Poleng di Bali

Kegunaan dan Filosofi Kain Poleng di Bali

Bali punya banyak “hiasan” khas yang senantiasa menjadikan wajah Bali punya gaya tersendiri. Salah satu yang pasti anda jumpai saat menginjak kaki di tanah dewata ini adalah kain motif kotak-kotak berwarna hitam putih. “Kain Poleng” begitulah nama kain yang bercorak mirip papan catur itu. Penggunaan Kain Poleng Kain Poleng sudah menjadi identitas Bali, kemana mata memandang disana selalu ada kain Poleng. Penggunaannya tidak hanya untuk benda dan acara yang bersifat sakral tapi juga profan atau …
Makna Arak dan Berem Dalam Agama Hindu

Makna Arak dan Berem Dalam Agama Hindu

Bagi umat Hindu Bali yang belum memiliki kewenangan “Nganteb” banten dengan “Pengastawa” sebagaimana layaknya seorang pemangku, bukan berarti tidak ada cara nganteb yang diperbolehkan. Bagi orang awam atau bahkan bagi orang yang tidak mengenal tulisan tentu saja agak kesulitan untuk ngastawa mempergunakan puja mantra, tetapi bisa dilakukan dengan nyanyian pemujaan seperti kidung wargasari dan lain-lain. Ada juga menggunakan simbol-simbol seperti melakukan “tetabuhan arak-berem”. Kenapa m…
Banten Rarapan, Oleh-Oleh Untuk Penghuni Alam Niskala

Banten Rarapan, Oleh-Oleh Untuk Penghuni Alam Niskala

Rarapan yang dihaturkan biasanya berupa rokok kretek, ketela rebus, ubi, jagung laklak tape, jaja injin dan sebagainya. Dan karena perkembangan saat ini, rarapan yang dihaturkan tersebut bisa bermacam-macam seperti manisan (permen), snack-snack dan sebagainya. Pokoknya apa saja yang bisa dikonsumsi oleh manusia, itulah yang dijadikan rarapan.   Rarapan ini dihaturkan di tempat-tempat yang diyakini atau dirasakan tenget ada penunggu gaibnya. Bisa di perempatan, di pinggir jalan, di jaba…
Makna Banten Pejati Menurut Hindu Di Bali

Makna Banten Pejati Menurut Hindu Di Bali

Di pulau  Bali   yang mayoritas warganya adalah umat Hindu, yang mana adat,budaya dan ajaran agama sangat erat,saling berkaitan dan saling melengkapi. Sehingga bisa dikatakan adat,budaya dan agama menjadi satu kesatuan. Khusunya di Bali sendiri dikenal ada yang namanya Banten.  Banten adalah persembahan dan sarana bagi umat Hindu mendekatkan diri dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Kuasa.  Banten juga merupakan wujud rasa terima kasih, cinta dan bakti pada beliau k…
Tentang Arti dan Makna Daksina di Bali

Tentang Arti dan Makna Daksina di Bali

Daksina  merupakan tapakan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa , dalam berbagai manifestasi-Nya dan juga merupakan perwujudan-Nya. Daksina mempunyai beberapa fungsi atau tujuan yaitu sebagai berikut: Permohonan kehadapan Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa agar Beliau berkenan melimpahkan wara nugrahaNya sehingga mendapat keselamatan. Sebagai persembahan atau tanda terima kasih yang dalam  “Yadnya Patni” , disebutkan daksina selalu menyertai banten-banten yang agak besar dan sebagainya perwujud…
Arti Canang Sari Dan Unsur Unsur Didalam Canang Sari

Arti Canang Sari Dan Unsur Unsur Didalam Canang Sari

Canang Sari awalnya merupakan ciptaan dari   Mpu Sangkulputih   yang menjadi sulinggih menggantikan   Danghyang Rsi Markandeya  di   Pura Besakih . Baca juga:  Hari Raya Pagerwesi Canang sari  ini dalam persembahyangan penganut Hindu Bali adalah kuantitas terkecil namun inti  (kanista=inti) . Kenapa disebut terkecil namun inti, karena dalam setiap banten atau yadnya apa pun selalu berisi Canang Sari. Canang sari  sering dipakai untuk persembahyangan sehari-hari di Bali.  Canang s…